NILAI ESTETIS PERTUNJUKAN KESENIAN SINTREN
















Bentuk Pertunjukan Pertunjukan kesenian Sintren terdiri dari tiga bagian, yaitu


· Awal pertunjukan (adegan 1 turun Sintren yang terdiri dari ragam gerak sembahan, salaman, lembehan, sari lengkung, geol bokong, ngoyok. belulukan, dan kosoki). 
· Inti pertunjukan (adegan 2 njaluk Bodor yang terdiri dari ragam gerak lembehan bareng, cincing colak, dan jaranan.
· Adegan 3 temoan, 
· Adegan 4 ganti klambi yang terdiri dari ragam gerak gebyar dan murub mubyar, adegan 5 nunggang jaran,
· adegan 6 balangan,
· adegan 7 nganggo irah-irahan yang terdiri dari ragam gerak jaran cilik,
· adegan 8 mburu Bodor. Pada inti pertunjukan, terdapat adegan yang paling inti untuk ditampilkan, antara lain adegan temoan, balangan, nunggang jaran, dan mburu Bodor. Akhir pertunjukan (ragam gerak nyatu
· adegan 9 sayonara
· adegan 10 tangis layu). Tata rias wajah penari Sintren dan Bodor adalah rias korektif, untuk memperjelas wajah penari, memperkuat ekspresi serta penambah daya tarik penampilan penari.

Tata rias busana yang digunakan oleh penari Sintren pada saat pertunjukan ada dua.Pertama, penari Sintren menggunakan busana mekak berwarna hitam motif 8 sulurdengan dihiasi manik-manik dan jarik panjang bermotif garuda, sehingga menambah keanggunan penari Sintren.

Busana kedua yang digunakan penari Sintren adalah manset berwarna merah jamu dan leging coklat, kemudian dibalut jarik kawung yang disatukan dengan panjang yang berbeda, kemudian diwiru agar kelihatan lebih indah.

Busana yang digunakan Bodor adalah manset warna hitam dan leging warna hitam yang dibalut dengan jarik motif garis-garis dan bunga yang disatukan dengan panjang yang berbeda, kemudian diwiru agar kelihatan lebih indah. Iringan musik yang digunakan adalah gamelan jawa berlaraskan slendro dan pelog.

Tembang yang digunakan pada pada awal pertunjukan adalah “turun Sintren” laras slendro, “midodari ngger-ngger” laras slendro, “ingkong-ingkong” laras slendro,dan “cengkir-cengkir wulung” laras pelog. Inti pertunjukan adalah “njaluk Bodor” laras pelog, “cincing colak” laras pelog, “kembang mawar” laras pelog, “gilar” laras pelog, “gedhang gebyar” laras slendro, “kembang duren” laras slendro, “kembang alang-alang” laras pelog,“jaran-jaran cilik” laras slendro, dan“jaran sembrani” laras slendro. Akhir pertunjukan adalah “gelang sepatu gelang” laras pelog, “sayunara” laras pelog, dan “tangis layu” laras pelog.

Pertunjukan kesenian Sintren dilakukan pada malam hari dari pukul 21.00-23.00 wib diarea terbuka, seperti lapangan atau pelataran yang luas. Pada tata pentas, terdapat unsur pendukung seperti tata cahaya, tata suara, dan setting dekorasi yang didalam terdapat properti atau perlengkapan yang terdiri dari kurungan, kain penutup kurungan, cobek, kemenyan, sampur, jaranan, sesaji, doa untuk menambah keutuhan pertunjukan.

Nilai estetis kesenian Sintren dapat dilihat dari bentuk pertunjukannya, yang meliputi aspek pokok yaitu gerak penari meliputi tenaga, ruang, waktu dan aspek pendukung meliputi iringan (notasi dan tembang), tata rias wajah dan busana, dan tata pentas. Tata rias Wajah, Rambut dan Busana Tata rias wajah yang digunakan penari Sintren adalah menggunakan rias korektif yang memperjelas wajah penari, memperkuat ekspresi serta penambah daya tarik penampilan seorang penari.Rias wajah pada penari Sintren dilakukan oleh roh bidadari pada awal pertunjukan dimana penari Sintren dimasukan kedalam kurungan dalam posisi tidak sadar.

Hasil rias wajah pada penari Sintren adalah sangat maksimal, dapat dilihat pada saat penari Sintren keluar dari kurungan, penari Sintren sangat cantik dan menarik.Keindahan rias wajah penari Sintren dapat dilihat dari warna bibir yang digunakan penari Sintren yaitu menggunakan lipstik berwarna merah sehingga wajah penari terlihat lebih cantik dan menarik. Keindahan tata rambut dalam pertunjukan kesenian Sintren adalah pada jamang yang dikenakan dikepala penari Sintren dengan rambut diurai dibelah menjadi tiga, terlihat cantik natural.Walaupun tata rias rambutnya sederhana, tapi dapat memunculkan kesan praktis dan tambah semakin elegan sehingga indah dipandang mata. Didukung dengan busana yang dipakai oleh penari Sintren yang dalam pertunjukannya menggunakan dua busana.

Busana yang digunakan dalam pertunjukan kesenian Sintren adalah busana yang memberikan rasa nyaman pada penari Sintren dalam menari sehingga penari tidak merasa kesusahan dalam bergerak.Keindahan busana pertama terletak pada jarik, jamang dan kacamata yang digunakan penari Sintren.Jarik berwarna dasar putih dengan motif garuda berwarna hitam yang dikelilingi warna emas sehingga jarik penari Sintren terlihat 9 elegan.Jamang berwarna kuning emas membentuk gambar burung dengan diatas kepala burung dan di leher dikasih bulu-bulu warna merah agar irah-irahan terkesan lebih manis.

Kacamata hitam polos berbahan plastik yang menjadi daya tarik penari Sintren dalam menari. Keindahan busana kedua terletak pada jarik dan kacamata yang digunakan penari Sintren.Jarikkawung berwarna dasar coklat dengan motif kawungberwarna putih yang dikelilingi warna emas dan ditengahnya terdapat warna coklat sehingga terkesan kalem atau lembut.Kacamata hitam polos berbahan plastik yang menjadi daya tarik penari Sintren dalam menari. Tata rias wajah yang digunakan Bodor juga menggunakan tata rias korektif yang berfungsi untuk memperkuat ekspresi dan menambah daya tarik penampilan seorang penari.Teknik yang digunakan untuk merias wajah penari Bodor sudah benar, sehingga menghasilkan riasan yang maksimal.

Keindahan tata rias rambut Bodor, sangat menarik, dengan cara mengikatkan kain pada kepala penari Bodor, sehingga tampak simpel. Keindahan tata rias busana yang digunakan Bodor terletak pada jarik.Jarik yang digunakan Bodor adalah jarik Sokaraja yang bermotif garis bunga-bunga.Jarik dibagi menjadi dua dengan panjang yang berbeda kemudian diwiru dan dibuat model capiturang, sehingga terkesan indah dan nyaman digunakan. Iringan Iringan dalam pertunjukan kesenian kesenian Sintren Retno Asih Budoyo, bukan hanya sebagai pemberi irama, tetapi juga berfungsi untuk menguatkan suasana cerita tari dan dinamika gerak yang menambah keindahan tarian serta memberikan penekanan pada gerak tari.

Nilai estetis pada iringan pertunjukan kesenian Sintren Retno Asih Budoyo dapat dilihat dari irama gamelan yang digunakan untuk mengiringi pertunjukan kesenian Sintren, yaitu gamelanberlarasslendrodan pelog.Iringan untuk mengiringi pertunjukan kesenian Sintren Retno Asih Budoyo bertempo dinamis, karena ada yang pelan mendayu-dayu, sedang dan cepat.Akan tetapi, iringan musik yang dimainkan tidak membuat bosan karena diiringi tembang yang di nyanyikan oleh sinden yang membuat pertunjukan kesenian Sintren lebih hidup.

Tata Pentas dan Waktu Pertunjukan Pertunjukan kesenian selalu dilakukan diarea yang luas dan dipentaskan pada malam hari, karena roh bidadari hanya akan turun pada malam hari. Keindahan tata pentas pada pertunjukan kesenian Sintren terletak dari posisi duduk penonton yaitu melingkar. Penonton bebas memilih tempat duduk, bisa melihat dari sisi samping kiri, kanan, depan maupun dari belakang. Posisi penonton yang melingkar sangat mendukung kesakralan dari pertunjukan kesenian Sintren Retno Asih Buoyo, karena kesenian Sintren mengandung unsur magis.

Tata Cahaya Tata cahaya berfungsi sebagai penerang pada saat pertunjukan, terutama pertunjukan yang dilaksanakan pada malam hari. Keindahan dari tata cahaya adalah untuk mempercantik area pentas, dekorasi, rias wajah, rambut dan busana penari agar terlihat dari jelas oleh penonton.





0 Komentar